1 Hal Ini Bikin Kota Bandung Optimis Hadapi Krisis Pangan dan Resesi

APA DAN SIAPA — Hari pertama G20 sedang berlangsung saat ini, Selasa 15 November 2022. Isu yang santer dibahas para petinggi negara di sana yakni krisis pangan.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan, pentingnya memasifkan program Buruan Sae di tiap lingkungan rumah.

“Di Kota Bandung dengan melakukan kegiatan Buruan Sae secara masif, mudah-mudahan bisa memenuhi sebagian dari kebutuhan pangan di Kota Bandung,” ujar Yana saat ditemui di Balai Kota Bandung.

Baca Juga:   10 Channel Youtube tentang Edukasi Yang Menarik Untuk Dikunjungi

Sebab, selama ini sebanyak 96,7 persen kebutuhan pangan Kota Bandung dipenuhi dari luar daerah. Sehingga ia berharap, melalui Buruan Sae minimal beberapa komoditas terpenuhi oleh masyarakat sendiri.

“Saya lihat semangat itu ada di masyarakat. Mudah-mudahan kita semakin berkurang ketergantungan pangan dari daerah lain,” harapnya.

Baca Juga:   Manfaat Kesehatan Mental dan Fisik dari Ketenangan

Pandemi dan resesi global dikhawatirkan muncul isu krisis pangan karena kemungkinan produksi pangan dengan iklim seperti sekarang akan terganggu.

“Suplai dari negara penghasil juga akan terbatas. Mungkin mereka juga akan memenuhi untuk kebutuhan negerinya sendiri,” ucapnya.

Baca Juga:   Wow ! Anggaran Pengadaan PJU, PJL dan CCTV Kota Bandung Tembus Rp24 miliar

Ia menyatakan, stok kebutuhan pangan di Kota Bandung aman tersedia. Meski ada beberapa komoditas bahan baku seperti kacang kedelai yang kini tengah ‘serat’ di pasaran.

“Kalau itu faktornya arena suplai dari negara penghasilnya juga teganggu. Kita berharap semoga tidak berlangsung lama,” pungkasnya. (***)

Editor: Denny Suryadharma