Indramayu – Polisi lakukan penyelidikan insiden tewasnya tiga siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lajer Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu.
Ketiga siswi SD tersebut tenggelam di Sungai Panarikan saat bermain air dalam rangkaian keikutsertaannya dalam kegiatan Pramuka, pada Sabtu lalu.
“Kita tentunya akan melakukan upaya tindak lanjut berupa penyelidikan. Kami menghimpun beberapa keterangan untuk mengetahui dugaan kelalaian ataupun lainnya,” kata Kapolsek Tukdana AKP Iwa Mashadi, Minggu 18 Februari 2024.
Menurut Iwa, sejauh ini sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangan. Yakni dari pihak warga yang melapor dan mereka yang ikut membantu evakuasi.
“Dari pihak sekolah kebetulan belum, karena masih syok. Namun rencana tindak lanjut memang akan kita lakukan terhadap saksi lainnya,” katanya.
Iwa mengungkapkan, polisi akan menyampaikan keterangan resmi usai memperoleh hasil dari proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Untuk saat ini masih belum kita simpulkan, namun dugaan awal korban terpeleset atau terlalu ke tengah saat mencuci kaki di sungai itu, sehingga ketiga anak ini hanyut,” lanjut Iwa Mashadi.
Iwa menambahkan, saat ini Ketiga korban yakni berinisial S, M, dan R telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan sudah dievakuasi ke rumah duka masing-masing.
“Alhamdulillah semua korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan sudah dievakuasi ke rumah duka masing-masing,” tegas Kapolsek.
Seperti diketahui, tiga siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lajer 1 Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu, tenggelam di Sungai Panarikan saat mengikuti kegiatan Pramuka.
Saat tenggelam, warga yang berada di sekitar lokasi langsung mencari ketiga korban itu, namun hanya satu yang ditemukan, yakni korban berinisial S dengan kondisi meninggal.
Kemudian, sekitar pukul 20.30 WIB warga kembali menemukan satu korban yang berinisial M.
Sementara satu korban lainnya berinisial R ditemukan oleh Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian lanjutan, pada hari Minggu sekitar pukul 09.15 WIB. ***







