Gedung Merdeka, Gedung Peninggalan Belanda yang Masih Kokoh Hingga Kini

APA DAN SIAPA – Siapa sih yang tidak mengenal Gedung Merdeka? Gedung yang terletak di Jalan Asia Afrika Kota Bandung ternyata memiliki sejarah panjang serta belum banyak diketahui banyak orang. Apa aja sih kira-kira sejarahnya?.

Sebagian besar masyarakat mengetahui sejarah Gedung Merdeka salah satunya digunakan Konferensi Asia Afrika pada 1955.

Konferensi Asia Afrika sendiri menjadi salah satu peristiwa penting di dunia, di mana Kota Bandung menjadi tuan rumah kegiatan penting di kancah internasional.

Sebuah Toko Milik Keturunan Tionghoa

Baca Juga:   RSUD Karawang Menjadi Rumah Sakit Rujukan Regional di Jawa Barat

Gedung Merdeka awalnya merupakan sebuah toko milik warga keturunan Tionghoa. Selanjutnya, pada 1879 berdiri perkumpulan Societeit Concordia yang merupakan organisasi orang Belanda, dan membeli bangunan ini serta diperluas pada tahun 1895.

Pada tahun 1921, bangunan ini direnovasi secara besar-besaran oleh arsitek Van Gallen Last dan C.P. Wolff Schoemaker dengan menggunakan gaya art deco yang fungsional dan lebih menonjolkan struktur.

Pada saat itu gedung ini menjadi gedung pertemuan “super club” yang paling mewah, lengkap, eksklusif, dan modern yang bisa menampung 1.200 tamu.

Baca Juga:   Rayakan Anniversary ke-99, Ini yang Dilakukan RSHS Bandung

 

Gedung Pusat Kebudayaan Jepang

Pada tahun 1940 dibangun gedung baru di sisi timur bangunan lama oleh arsitek Ir. A.F. Aalbers dan bentuknya bertahan hingga sekarang. Di masa pendudukan Jepang, gedung ini berubah fungsi menjadi pusat kebudayaan (Keimin Bunka Shidoso) dan tempat pertemuan dengan nama Dai Toa Kaikan.

Setelah Jepang kalah dengan sekutu, gedung ini menjadi markas para pemuda Indonesia untuk menghadapi tentara Jepang yang tidak bersedia menyerahkan kekuasaannya.

Baca Juga:   Lereng Anteng Tempat Nongki Dengan Tema Unik

Menjelang Konferensi Asia Afrika tahun 1955, gedung awalnya sebuah toko ini berpindah tangan ke pemerintah Indonesia.

Sebelum penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 pemerintah Indonesia melakukan renovasi agar sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika.

Tepatnya pada tanggal 7 April tahun 1955, gedung ini berubah nama menjadi Gedung Merdeka oleh Presiden Soekarno.

Adapun anda dapat mengunjungi Gedung Merdeka ini di Jl. Asia Afrika No.65, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40111.

Editor: Faliq Taufiq