Histori Jalur Kereta Api Karawang-Padalarang, proyek Belanda paling Ambisius pada Zamannya

APA DAN SIAPA – Kiat pemerintah kolonial Belanda mempercepat mobilitas pergerakan manusia di Jawa dengan cara membangun infrastruktur kereta api, tak semulus yang dibayangkan.

Setiap rencana pembangunan jalur rel baru, kerap menghadapi kendala. Mulai dari kontur geografis, lahan, stabilitas politik, hingga dukungan anggaran. Hal ini salah satu terjadi saat Belanda berencana membuat rel kereta Karawang-Padalarang.

Wacana pembangunan ular besi Karawang-Padalarang mulai mencuat tahu 1900-an. Rute ini dinilai penting untuk memangkas waktu tempuh perjalanan Batavia (Jakarta) – Bandung via Buitenzorg (Bogor).

Agus Mulyana (2017) dalam buku Sejarah Kereta Api di Priangan menjelaskan rencana pembuatan jalur kereta api Karawang-Padalarang dilakukan sepanjang tahun 1901-1906.

Baca Juga:   Kerap Alami Gangguan Sejak Rabu Pagi, Aplikasi Pedulilindungi Sulit Diakses

Dalam perjalanannya, proyek dengan anggaran sebesar f12 juta (gulden) menuai pro-kontra dari anggota parlemen Belanda.

Lajur Karawang-Padalarang banyak melewati lereng gunung. Medan seperti ini membuat pelaksana proyek harus membangun jembatan. Di jalur ini tercatat sekurang-kurangnya ada 8 jembatan yang dibangun.

Salah satunya, Jembatan Cikubang yang memiliki panjang kurang lebih 300 meter serta Jembatan Cisomang yang ketinggian dari dasar lembah sekitar 100 meter dan merupakan jembatan tertinggi di Jawa. Selain itu di jalur ini juga menjadi terowongan kereta api terpanjang di Jawa yang masih aktif, yaitu Terowongan Sasaksaat dengan panjang 949 meter.

Baca Juga:   Kerusakan TIC situs Gunung Padang Akibat Gempa Cianjur

Olivier Johannes Raap (2017) dalam buku Sepoer Oeap Di Djawa Tempo Doeloe menjelaskan jembatan ini terdiri dari dua buah batu penopang yang dihubungkan dengan 12 bagian kontruksi rangka baja di atas 11 tiang penyangga. Panjang total jembatan ini 300 meter dan ketinggian 62 meter.

Berdasarkan jenisnya, Jembatan Cikubang termasuk jembatan dinding, yakni jembatan dimana muatan tidak dipikulkan langsung pada rasuk-rasuknya, melainkan dengan perantaraan rasuk memanjang dan rasuk melintang kepada rasuk-rasuknya. Sedangkan rangkanya menggunakan lantai lintas di atas (vakwerkwandbrug met bovengelegen rijvloer) dengan panjang bentang 12-50 m.

Baca Juga:   Bom Panci yang Menggegerkan Astana Anyar, Begini Kata Polisi

Pada tahun 1950an, Djawatan Kereta Api (cikal bakal PT KAI) melakukan penguatan struktur jembatan di Jawa, salah satunya Jembatan Cikubang. DKA meningkatkan rencana muatan di Stasiun Cikubang, dari awalnya memiliki kekuatan untuk muatan terbagi rata 5,55 t/m (Rencana Muatan 1911 ) ditingkatkan menjadi 8,75 t/m (Rencana Muatan 1921).

Saat ini, Jembatan Cikubang dengan panjang 300 meter menjadi jembatan kereta api aktif terpanjang di Jawa. Jembatan yang berada di bawah Daerah Operasi II Bandung ini dilewati oleh kereta api jarak jauh yang melayani kereta api jurusan Jakarta-Bandung dan Jakarta- Purwokerto melalui Bandung.

Editor: Faliq Taufiq