Jumlah Kasus Polio di Indonesia Meningkat Lagi, Kok Bisa?

APA DAN SIAPA – Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan Indonesia telah mendapatkan sertifikat bebas polio sejak 2014. Meski demikian, sertifikat tersebut tidak menjadi jaminan bahwa Penyakit polio akan terjadi lagi.

Virus Polio sendiri adalah Virus yang termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja. Seperti yang kita ketahui bahwa para orang tua dianjurkan oleh pemerintah untuk imunisasi polio pada anak-anaknya. Namun, nyatanya Indonesia masuk dalam kriteria risiko tinggi polio karena rendahnya kesadaran warga untuk imunisasi.

Baca Juga:   Jembatan Berusia 150 Tahun Menewaskan Ratusan Jiwa di India, Termasuk Anak-anak

Maxi menyebut memang diberikannya sertifikat bebas polio itu tidak menjadi jaminan. Dalam kenyataanya, kasus terbaru di Aceh menjadi bukti jika pemberian sertifikat itu tidak menjamin bahwa Indonesia bebas dari Virus polio.

“Nah kita di Indonesia dan seluruh dunia itu sudah mendapatkan sertifikat bebas polio dari 2014 dan seluruh dunia sepakat bahwa meski sekalipun kita sudah ada bebas polio tapi surveillance untuk setiap kelumpuhan lumpuh layu itu harus dilaporkan ya,” jelas Maxi dalam konferensi pers secara daring pada, Sabtu, 19 November 2022.

Baca Juga:   Bandung Zoo Akan Gugat Pemkot Bandung

Dan kenyataannya ternyata Virus Polio liar tipe dua dinyatakan eradikasi pada tahun 2015 sedangkan Virus tipe tiga telah dinyatakan eradikasi pada 2019 dan negara yang endemik Virus tipe satu adalah Pakistan dan Afghanistan.

Lebih lanjut, Maxi menjelaskan dalam Penyakit Virus Polio terdiri beberapa tipe Virus. Di antaranya Virus tipe 1 yaitu Brunhilde, tipe 2 yakni Lansig, dan tipe 3 adalah Leon. Maxi mengatakan dalam satu kasus Virus Polio yang dilaporkan akan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasaatau KLB.

“Kita tahu Virus ini ada tiga tipe, tipe satu, tipe dua, dan tipe tiga. Ada 15 negara yg telah melaporkan kasus tipe dua dan penemuan satu kasus polio itu merupakan suatu Kejadian Luar Biasa. Kita terakhir di Indonesia juga pernah ada kasus sebelum di Aceh itu ada kasus tapi tipe satu di Papua tahun 2018,” ujar Maxi.

Baca Juga:   Pahami Apa Itu Apokaliptik Yang Jadi Penyebab Kematian Keluarga Di Kalideres

Adapun dalam pemberian vaksin Polio jenis bOPV akan dilakukan secara bertahap. Maxi menjelaskan vaksin itu diberikan selama empat bulan guna memaksimalkan pemberian obat yang akan dikombinasikan bersama jenis vaksin lain.

Editor: