Kampung Rawa Ece, Pontensi Wisata yang Kaya dengan Histori di Selatan Sukabumi

APA DAN SIAPA – Kampung Rawa Ece memiliki pemandangannya yang indah dan suasana yang asri. Berlokasi di Selatan Sukabumi, potensi yang dimiliki Kampung Rawa Ece ini yang kemudian dilirik Pemerintah Desa Hegarmulya dengan membuat fasilitas wisata berupa gazebo.

Dari kejauhan nampak hamparan sawah dan atap-atap rumah warga yang terlihat di antara pepohonan rindang. Kampung ini juga diapit oleh tebing-tebing tinggi. Lalu air yang meluncur deras di Curug Cijengkol semakin menguatkan daya pikat panorama kampung tersebut.

Baca Juga:   Masjid Noori, Tenggelam 30 Tahun Ditemukan dalam Kondisi Masih Utuh

“Kami buatkan beberapa gazebo di Kampung Citutul RT 06/01 sekitar 1,5 kilometer dari Kampung Rawa Ece. Di Lokasi tersebut bisa memandang perkampungan Rawa Ece dan tebing – tebing serta beberapa air terjun dari Sungai Cijengkol,” kata Kepala Desa Hegarmulya, Rosidin

Cerita muasal Kampung Rawa Ece ini mungkin memperkuat kajian-kajian ilmiah tentang sejarah gempa-gempa megathrust di Selatan Sukabumi. Patahan bukit di Rawa Ece oleh para ahli geologi disebut sebagai salah satu plato jampang atau patahan permukaan yang terjadi karena aktivitas tektonik atau pergeseran lempeng bumi (gempa).

Baca Juga:   Kineruku, Hadirkan Suasana Cozy Pas Buat Nugas

Patahan tak hanya sebagai peninggalan sejarah geologi masa silam tapi juga memunculkan banyak curug atau air terjun yang indah. Meluncur dari sungai-sungai yang berada diatas tebing atau perbukitan. Sedikitnya ada sembilan curug di wilayah tersebut yang airnya terjun dari puncak tebing.

Dari cerita rakyat yang berkembang, gempa besar itu juga memunculkan tiga kolam air tawar di bagian lembahnya yang kemudian dipilih oleh Mbah Jabeun dan Mbok Sanikeum sebagai tempat tinggal.

Baca Juga:   Daya Tarik Wisatawan ke Pemandian Air Panas Ciater

Lokasi rawa dan tiga kolam tersebut saat ini memang berada di pinggir kampung atau pemukiman warga. Tanda lainnya yang membuktikan Kampung Rawa Ece sudah berdiri cukup lama adalah keberadaan pohon bungur tua (berbunga warna ungu) dengan tinggi lebih dari 20 meter dan diameter batang lebih dari empat meter.***

Editor: Faliq Taufiq