Kerusakan TIC situs Gunung Padang Akibat Gempa Cianjur

APA DAN SIAPA – Gunung Padang yang berlokasi di Cianjur, Jawa Barat, mengalami kerusakan karena terdampak dari Gempa Bumi. Koordinator Juru Pelihara Situs Gunung Padang, Ahmad muzari, menjelaskan bahwa kerusakan di Gunung Padang di bagian tourist information center (TIC), plafon TIC roboh akibat Gempa.

“Jadi yang rusak kantor TIC, itu pun hanya plafonnya yang jatuh. Kalau situs utamanya aman, tidak ada kerusakan apa pun,” ucap Ahmad , Sabtu (26/11/2022).

Ia mengungkapkan bahwa saat Gempa mengguncang guncangan cukup kencang di area situs, sehingga pihaknya langsung melakukan pemantauan dan pendataan.

Baca Juga:   Air Mata Ronaldo di Gelaran Piala Dunia

Pihaknya akan terus melakukan pendataan dan pemantauan serta melaporkan situasi terkini ke pihak terkait karena beberapa kali Gempa besar setelah Gempa pertama.

“Tentunya pendataan dan pemantauan selalu kami lakukan karena ditakutkan Gempa susulan dapat merusak situs. Harapan kami bencana segera berlalu dan masyarakat Cianjur dapat kembali hidup normal,” katanya.

Aktivitas wisata di Gunung Padang saat ini masih berjalan. Wisatawan dari luar daerah pun masih banyak yang berdatangan untuk melihat kemegahan struktur bangunan peninggalan leluhur itu.

Baca Juga:   Ini Merupakan Stress Language Cewek, Kamu Nomor Berapa Nih?

Gunung Padang merupakan situs megalitikum yang dibangun pada 5200 sebelum Masehi (SM). Situs dengan luas 291.800 meter persegi itu berlokasi di Kampung Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Gunung Padang juga ternyata mengarah ke Gunung Gede Pangrango di sebelah utara. Bahkan perhitungan arahnya sangat tepat, dimana Gunung Gede sebenarnya tidak persis berada di nol derajat arah utara, dan Gunung Padang sengaja dirahakan sesuai garis lurus dengan Gunung Gede Pangrango.

Baca Juga:   Bom Panci yang Menggegerkan Astana Anyar, Begini Kata Polisi

Situs Gunung Padang dibuat menggunakan bebatuan kekar kolom (coloumnar joint) dengan bentuk persegi lima memanjang disusun dan bukan terbentuk secara alami.

Dengan kerusakan yang ada, akan menjadi acuan bagi petugas untuk memperbaiki dengan baik sehingga bisa selesai dengan cepat. Hal tersebut juga menjadi himbauan kepada para wisatawan untuk selalu menjaga situs-situs sebagai bentuk kekayaan di Gunung Padang.

Editor: Faliq Taufiq