Kilas Balik Perayaan Tahun Baru

APA DAN SIAPA – Kemeriahan perayaan malam pergantian tahun menjadi momen yang ditunggu-tunggu banyak kalangan. Pergantian dari tanggal 31 Desember menuju 1 Januari ini merupakan pertanda telah usai masa setahun dan sebagai langkah menuju awal di tahun selanjutnya.

Biasanya perayaan tahun baru dirayakan melalui berbagai kegiatan seperti mengadakan acara makan bersama atau bakar-bakar, pesta kembang api, dan kegiatan lainnya bersama keluarga, teman, sahabat, atau bergabung dengan acara-acara yang telah disediakan pemerintah setempat.

Dilansir dari situs History.com, perayaan tahun baru pertama kali dilakukan oleh orang Babilonia sekitar 4.000 tahun yang lalu (1696-1654 sebelum Masehi). Menurut bangsa Babilonia, bulan baru pertama setelah titik balik musim semi atau hari akhir di bulan Maret menandai dimulainya tahun baru.

Baca Juga:   Kerusakan TIC situs Gunung Padang Akibat Gempa Cianjur

Mayarakat Babilonia menggelar perayaan tahun dengan festival musim semi bernama Akitu yang berlangsung selama 11 hari dengan beragam ritual. Selain untuk merayakan tahun baru, kegiatan tersebut juga dilakukan untuk merayakan kemenangan mitos Dewa Langit Babilonia Marduk melawan Dewi Laut yang jahat, Tiamat.

Sepanjang perjalanan zaman kuno, peradaban di seluruh dunia mengembangkan kalender yang semakin canggih untuk menentukan hari pertama dalam setahun denga tanda dari pertanian atau astronomi.

Bangsa Mesir misalnya, mereka menandai pergantian tahun dengan melihat banjir di sungai Nil atau bertepatan dengan munculnya bintang Sirius. Sementara itu, sistem penanggalan yang digunakan pada saat itu ialah pengembangan penanggalan Romawi.

Baca Juga:   Siswa SMKN di Cibadak Sukabumi Tewas Dibacok.

Romulus, pendiri Roma menerapkan penanggalan yang terdiri dari 10 bulan dan 304 hari. Pada abad ke-8, raja berikutnya yang bernama Numa Pompilius menambahkan dua bulan yang disebut Januarius dan Februarius.

Namun, sistem penanggalan tersebut masih jauh dari kesempurnaan. Sebab kalender yang tidak selaras dengan matahari pada abad ke-46 sebelum Masehi, seorang kaisar bernama Julius Caesar berdiskusi dengan ahli astronom dan ahli matematika sehingga menghasilkan penentuan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun.

Setelah ditetapkannya 1 Januari sebagai awal tahun, Caesar juga menetapkan tanggal tersebut sebagai hari pertama untuk menghormati Janus, dewa permulaan Romawi. Bangsa Romawi memperingati tahun baru dengan berbagai pengorbanan kepada Janus, bertukar hadiah, mendekorasi rumah dengan cabang pohon dalam, dan menghadiri beberapa pesta yang meriah.

Baca Juga:   Ini Merupakan Stress Language Cewek, Kamu Nomor Berapa Nih?

Pada abad pertengahan pemimpin Kristen di Eropa memberi makna religious di sekitar pergantian tahun seperti 25 Desember sebagai Hari Natal dan antara 22 dan 25 Maret sebagai hari Paskah. Penetapan 1 Januari sebagai tahun baru pertama kali dilakukan pada 1582 oleh Paus Gregory XIII.

Kini, tanggal 1 Januari telah ditetapkan sebagai awal tahun baru yang masih terus dirayakan oleh mayarakat seluruh dunia. Tahun baru juga disebut sebagai tanda bagi sebagian orang untuk menutup lembaran lam dan memulai sesuatu hal yang baru serta menentukan resolusi dan goals yang ingin dicapai.

Editor: Faliq Taufiq