Pahami Apa Itu Apokaliptik Yang Jadi Penyebab Kematian Keluarga Di Kalideres

APA DAN SIAPA – Kasus tewasnya satu keluarga dalam sebuah rumah di daerah Kalideres, Jakarta Barat masih menyimpan tanda tanya terkait motif dan penyebabnya.

Sebelumnya, hasil evakuasi dan otopsi yang dilakukan secara singkat adalah pihak kepolisian menduga para korban meninggal karena kelaparan, karena tidak ditemukannya makanan dalam lambung empat anggota keluarga tersebut.

Namun belakangan ini diketahui, keluarga tersebut termasuk keluarga berkecukupan sehingga dirasa janggal apabila bunuh diri karena tidak mampu membeli makanan.

Baca Juga:   Ini Rute Yang akan Dilintasi Rombongan KTT OKI di Kota Bandung

Hal tersebut mengundang banyak spekulasi tentang penyebab kematian keluarga tersebut. Hingga akhirnya berkembang isu kematian keluarga tersebut diduga karena mereka menganut paham tertentu, yakni apokaliptik. Tapi, apa itu apokaliptik?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apokaliptik diartikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan kehancuran dunia pada akhir zaman atau kiamat.

Apokalitisisme muncul dalam Zoroastrianisme, sebuah agama Iran yang didirikan oleh nabi Zoroaster abad ke-6 SM, apokaliptisisme dikembangkan lebih lengkap dalam spekulasi dan gerakan eskatologis Yahudi, Kristen, dan Islam.

Baca Juga:   Video Viral Driver Ojol Dipukuli Karena Disangka Serobot Antrean

Menurut ensiklopedia daring Britannica, apokaliptik adalah pandangan yang berfokus pada wahyu-wahyu samar terkait akhir zaman.

Brittanica pun menjelaskan soal sastra apokaliptik yakni salah satu genre penulisan meramalkan peristiwa bencana yang diilhami secara supernatural yang akan terjadi di akhir dunia.

Ia mengambil bentuk naratif, menggunakan bahasa esoteris, mengungkapkan pandangan pesimis tentang masa kini, dan memperlakukan peristiwa akhir sebagai hal yang sudah dekat.

Baca Juga:   Mengenal Bunda Corla, Sosok yang Lagi Viral di Media Sosial

Persepsi soal kehancuran dunia memang diajarkan oleh keyakinan agama-agama abrahamik (Yahudi, Kristen, dan Islam). Ketiga agama tersebut meyakini kiamat akan datang dan sudah memiliki tanda-tanda tersendiri.

Namun, ketiga agama abrahamik tersebut meyakini kepastian kiamat tidak ada yang mengetahui kapan terjadiniya.

Sementara penganut paham apokaliptik kembanyakan meyakini suatu ramalan bahwa kehancuran dunia sudah ditentukan kapan akan terjadi.***Hilmi Putriyanti***

Editor: Faliq Taufiq