Pencemaran Industri: Pertambangan Yang Mengancam Kesehatan Manusia

APA DAN SIAPA – Pencemaran udara, tanah, dan air adalah jenis yang paling banyak terjadi dan menimbulkan banyak dampak yang dirasakan. Jika di biarkan terus menerus tanpa adanya perubahan, berbagai dampak pencemaran lingkungan alam ini dapat mengancam kesehatan manusia.

Kegiatan pertambangan yang banyak dapat merusak lingkungan yang akan berdampak sangat buruk bagi kehidupan manusia. Sebagai negara yang mempunyai julukan paru-paru dunia, Indonesia mempunyai banyak sekali pulau yang terselimuti oleh hutan lebat. Namun pada bebrapa dekade belakang ini, banyak negara mengencam akan kelestarian alam yang terjadi di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya industri-industri pertambangan yang mulai muncul di Indonesia.

Menurut laman dlhk.bantenprov.go.id, perubahan lingkungan akibat Kegiatan pertambangan dapat bersifat permanen, atau tidak dapat dikembalikan kekeadaan semula. Dampak-dampak negatif yang mungkin timbul akibat adanya aktivitas penambangan emas seperti tanah mengalami pencemaran akibat pertambangan, bisa menyebabkan terjadinya kubangan air dengan kandungan asam yang sangat tinggi yang mengadung zat kimia berbahaya. Bersifat racun bagi tanaman yang mengakibatkan tanaman tidak dapat berkembang dengan baik.

Baca Juga:   Lawan Risiko Penyakit Dengan Makan Sebelum Beraktivitas Kerja Shift

Tidak hanya tanah, air juga akan tercemar dari limbah tersebut dalam hal memisahkan batu bara dengan sulfur. Limbah pencucian tersebut mencemari air sungai sehingga warna air sungai menjadi keruh, asam, dan menyebabkan pendangkalan sungai akibat endapan pencucian batu bara, yang bisa saja mengandung zat-zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia jika airnya dikonsumsi.

Adanya perluasan tambang di area hutan bisa mempersempit lahan usaha masyarakat, akibat perluasan ini juga bisa menyebabkan terjadinya banjir karena hutan di wilayah hulu yang semestinya menjadi daerah resapan air telah dibabat habis. Hal ini diperparah oleh buruknya tata drainase dan rusaknya kawasan hilir seperti hutan rawa.

Baca Juga:   Ingin Masa Remaja Lebih Berkesan? Yuk Coba 4 Tips ini

Upaya pencegahan seharusnya sudah mulai dilakukan para penambang. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami pencemaran lingkungan alam yang sering terjadi dan bahayanya terhadap kesehatan, begitupun masyarakat harus segera aware dengan cara penanggulangannya. Banyak pencegahan dalam upaya pengelolaan lingkungan alternatif, seperti yang dilansir dari laman dlhk.bantenprov.go.id.

 

Remediasi

Ini Kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya, tanah tersebut disimpan di tangki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ketangki tersebut. Selanjutnya, zat pencemar dipompakan keluar dari tangka yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah.

 

Bioremediasi

Proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbondioksida dan air). Ketiga, penggunaan alat (retortamalgam) dalam pemijaran emas perlu dilakukan agar dapat mengurangi pencemaran Hg.

Baca Juga:   Penuh Sejarah, Berikut 4 Tempat yang Menjadi Saksi Bisu G30S/PKI

Kajian Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan atau Kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Dalam menyusun kebijakan yang berkaitan dengan Kegiatan pertambangan. Sebelum dilaksanakannya Kegiatan penambangan sudah dapat diperkirakan dahulu dampaknya terhadap lingkungan. Kajian ini harus dilaksanakan, diawasi dan dipantau dengan baik dan terus-menerus implementasinya, bukan sekedar formalitas kebutuhan administrasi.

Kerusakan lingkungan yang masif merupakan hasil dari kejahatan yang sistematis, ini melibatkan penguasa dan pihak yang berkepentingan untuk mencari keuntungan ekonomi tanpa mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan. Untuk itu, patut membangun kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif menjaga lingkungan dari tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.***

Editor: Faliq Taufiq