Review Film Miracle In Cell No. 7 Indonesia: Padukan Tawa dan Tangis Jadi Satu

APADANSIAPA – Industri perfilman Korea Selatan tak pernah habis dalam memproduksi karya-karya film yang menarik yang menghadirkan tawa dan tangis para penonton yang menyaksikan. Salah satunya yakni film Miracle In Cell No 7 yang sudah di remake oleh beberapa negara dan salah satunya Indonesia.

Film Miracle In Cell No 7 versi Indonesia disutradarai oleh Hanung Bramantyo serta melibatkan beberapa aktor papan atas sebagai pemeran utamanya yaitu Vino G Bastian dan beberapa aktris lainnya seperti Indro Warkop, Graciella Abigail, Tora Sudiro, Mawar de Jongh, Denny Sumargo, Marsha Timothy, dan lainnya.

Baca Juga:   Kuliner Malam Dipatiukur, Wajib Banget di Jelajahi!

Meski dibuat dengan durasi yang cukup panjang yaitu 145 menit film filmfilm versi Indonesia dibuat dengan sangat menarik serta tidak membosankan. Dimana sang sutradara Hanung Bramantyo menyuguhkan cerita yang dapat menghadirkan tawa serta air mata dari para penontonnya.

Film Miracle In Cell No 7 versi Indonesia berdasarkan jalan ceritanya tidak jauh dengan versi aslinya. Bercerita tentang kisah seorang ayah yang memiliki keterbelakangan mental bernama Dodo Rozak (Vino G Bastian), yang dimasukkan ke dalam penjara bukan karena kesalahannya melainkan ia dituduh membunuh gadis kecil bernama Melati.

Baca Juga:   Masjid Noori, Tenggelam 30 Tahun Ditemukan dalam Kondisi Masih Utuh

Dodo tidak bisa membela diri atas kesalahan yang bukan ia lakukan, oleh sebab itulah Dodo harus mendekam di penjara dan dijerat hukuman mati. Sehingga dengan begitu Dodo harus berpisah dengan sang putri, Kartika (Graciella Abigail).

Dodo pun ditempatkan di sel nomor 7 bersama dengan para napi yang cukup menyeramkan. Serta di sel no 7 pula Dodo mengalami berbagai peristiwa dengan para napi tersebut. Cerita pun mulai menegangkan saat Dodo sang ayah yang tentunya memiliki rasa khawatir terhadap sang putri Kartika yang tinggal sendirian di rumah.

Baca Juga:   Kampung Rawa Ece, Pontensi Wisata yang Kaya dengan Histori di Selatan Sukabumi

Dodo pun berinisiatif untuk menyusupkan sang putri ke dalam sel agar dapat tinggal bersamanya, dengan bantuan para napi akhirnya sang anak dapat tinggal bersama sang ayah dan menghabiskan waktunya di dalam sel nomor 7.

Meskipun sudah di remake beberapa kali dan dimodifikasi ke dalam versi Indonesia, film Miracle In Cell No 7 ini tetap mengundang tangis dari para penonton karena akting dan pendalaman peran yang dimainkan oleh para pemain cukup memberikan kesan tersendiri bagi para penontonnya. ***(Indah Shabrina)