CLOSE ADS
CLOSE ADS
APA DAN SIAPA
  • Home
  • About
  • Join Us
  • Contact
Kamis, April 23, 2026
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
No Result
View All Result
APA DAN SIAPA
No Result
View All Result
Tom Lembong, Tesla Tidak Lagi Pakai Nikel & Menyoal Investasi

Tom Lembong, Tesla Tidak Lagi Pakai Nikel & Menyoal Investasi

by admin
Senin, 22 Januari 2024
in Berita
Share on FacebookShare on Twitter

Related articles

Ilkom UIN Bandung jalin Kerjasama dengan Pakar Media dan Komunikasi Kanada

Melalui Radio Streaming, AR Effendy Kenalkan Irama Keroncong Indonesia ke Seluruh Dunia

Jakarta – Co-captain Tim Pemenangan Nasional Anies-Cak Imin, Thomas Trikasih Lembong jadi sorotan publik, setelah debat pilpres yang dilakukan cawapres, pada Minggu lalu.

Nama co-captain yang akrab disapa Tom Lembong, sempat disebut-sebut oleh cawapres nomor urut dua dalam debat tersebut.

Awalnya Gibran menyatakan, pasangan nomor urut 1 itu kerap digaungkan Lithium Ferro Phosphate (LFP) oleh Co-captain Timnas Amin, Thomas Lembong.

Menanggapi hal itu Tom Lembong menjelaskan, yang dimaksud dirinya Tesla tak menggunakan nikel adalah Tesla yang diproduksi di Cina.

Tom mengatakan tak menyamaratakan semua Tesla. “Saya kira harus dilihat lagi, yang saya sebut di podcast itu mobil Tesla yang dibuat di Cina, bukan semua mobil Tesla,” kata Tom Lembong, Senin 22 Januari 2024.

Sementara untuk Tesla yang dibuat di Amerika, memang masih diproduksi menggunakan nikel. Ia pun meminta Gibran untuk mengecek kembali pernyataan yang pernah dilontarkannya.

“Jadi semua mobil Tesla yang dibuat di Cina menggunakan baterai LFP. Mohon dilihat lagi di podcast itu sangat jelas. Tentu saya tahu, mobil Tesla di Amerika masih menggunakan baterai nikel,” katanya.

Diketahui, dalam sebuah podcast Total Politik yang disiarkan di Youtube, Tom Lembong memang pernah membicarakan tentang Tesla yang menggunakan LFP.

Namun demikian saat itu Tom Lembong mengatakan, baterai Tesla yang menggunakan LFP hanya yang diproduksi di Cina.

“Jadi 100 persen dari semua mobil Tesla yang dibuat di Cina telah menggunakan baterai yang mengandung 0 persen nikel dan 0 persen kobalt,” tegas Thomas Lembong.

Jadi, namanya LFP ini pakai besi, pakai fosfat dan masih tetap pakai lithium. Namun sudah tidak pakai nikel dan kobalt,” lanjutnya.

Analogi derasnya investasi

Sementara itu, mantan kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu juga pernah mengomentari terkait derasnya investasi yang masuk ke Indonesia versi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Thomas Lembong pun memaparkan sejumlah analogi jika memang hal tersebut terjadi.

““Simple-simple aja ya, kita suka terpukau dengan angka yang diberikan pemerintah, dan jadi buta dengan fakta yang kasatmata,” sebut Tom dalam tayangan YouTube Channel Total Politik, Selasa 23 Januari 2024.

“Kalau investasi begitu deras, kenapa pertumbuhan ekonomi masih 5 persen, kan harusnya sudah 7 persen. Kenapa harga pangan naik 20-30 persen, kenapa lapangan kerja masih sulit, semua orang mengeluhkan itu,” katanya.

Investasi yang besar yang diklaim Bahlil lanjut Tom Lembong, harusnya berbanding lurus dengan capaian dan berdampak pada masyarakat.

Dengan begitu, kesejahteraan bisa lebih merata. “Paling tidak, kita membangun sarana yang bisa menciptakan nilai tambah, ya bisa menaikkan pekerja,” paparnya.

Penjelasan lain lanjutnya, pemerintah harus memastikan komposisi dari investasi yang masuk. Jangan sampai lebih banyak ke sektor padat modal ketimbang padat karya.

“Kalau saja investasi deras tapi masuknya semua ke padat modal yang tidak mempekerjakan banyak orang, itu yang terjadi dalam 5 tahun ini,” ungkapnya.

Tom menegaskan, reformasi struktural mengenai hal itu yang nantinya akan dilakukan jika Anies jadi presiden. Sehingga investasi yang masuk juga bisa bermanfaat bagi semua pihak.

“Banyak investasi ke smelter dan infrastruktur dan menguntungkan pemodal bukan pekerja. Jadi kita jangan buta pada fakta di lapangan, terlena dengan angka yang keliatannya fantastis,” kata Tom. ***

Previous Post

Dentuman Keras Erupsi Marapi Getarkan Rumah Warga

Next Post

Perempuan Pengendara Matic Tewas Terlindas Truk di Kolong Flyover Kalibanteng

Related Posts

Ilkom UIN Bandung jalin Kerjasama dengan Pakar Media dan Komunikasi Kanada

Ilkom UIN Bandung jalin Kerjasama dengan Pakar Media dan Komunikasi Kanada

by admin
Sabtu, 15 Februari 2025
0

APA DAN SIAPA - Prodi Ilmu Komunikasi gelar diskusi interaktif bersama Prof. Merlyna Lim, pakar Media dan Komunikasi dari Universitas Carleton, Kanada, bertema Eksplorasi Riset Media...

Melalui Radio Streaming, AR Effendy Kenalkan Irama Keroncong Indonesia ke Seluruh Dunia

Melalui Radio Streaming, AR Effendy Kenalkan Irama Keroncong Indonesia ke Seluruh Dunia

by admin
Minggu, 9 Februari 2025
0

APA DAN SIAPA - Haloo.. Dari kawasan Jakarta Selatan, saya Arey Satimun Sejiwa kembali hadir dalam program special irama keroncong secangkir koopiii... Suara itu selalu terhiang-hiang...

Soal BUMDesma, Begini Arahan Sekdis DPMD Jabar

Soal BUMDesma, Begini Arahan Sekdis DPMD Jabar

by admin
Rabu, 4 September 2024
0

APADANSIAPA - Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Pupun Saefunudin, memenuhi undangan Forum Badan Usaha Milik Desa Bersama - Lembaga Kemasyarakatan Desa...

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52: Jawa Barat Rayakan Prestasi dan Dedikasi Para Kader

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52: Jawa Barat Rayakan Prestasi dan Dedikasi Para Kader

by admin
Rabu, 28 Agustus 2024
0

APA DAN SIAPA -  Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52 Tingkat Provinsi Jawa Barat, sebuah acara meriah diselenggarakan di GOR Saparua, Bandung. Acara ini...

Peta Politik Pilwalkot Bandung Masih dinamis, Firman Manan: Koalisi Nasdem-PKB Masih Bisa Berubah

Peta Politik Pilwalkot Bandung Masih dinamis, Firman Manan: Koalisi Nasdem-PKB Masih Bisa Berubah

by Denny Surya
Selasa, 20 Agustus 2024
0

APA DAN SIAPA - Pengumuman koalisi Partai Nasdem dengan PKB di Pilwalkota Banfung 2024 menghangatkan dinamika politik kota Kembang. langkah kedua partai mendapat tanggapan dari berbagai...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Dengan cuaca yang sejuk, Kota Bandung memang telah menjadi salah satu tempat yang disukai para pelari. Maka tak heran jika ada belasan ribu pelari hadir jika diadakan lomba lari di Kota Bandung Tetapi tahukah anda jika Kota Bandung juga memiliki jogging track yang menawarkan pemandangan selain gedung-gedung heritage? Ya, kini para pelari atau penyuka jalan kaki dapat menikmati kegiatan berolahraga dengan sensasi alam yang menyejukkan dan nikmatnya hembusan angin dari aliran sungai. Lokasinya pun strategis dan mudah ditemukan bagi masyarakat umum yang ingin berkunjung. Untuk menuju jogging track ini kamu bisa masuk melewati Gang Enom, Jalan Siliwangi di samping Teras Cikapundung atau bisa juga dari tempat parkir kendaraan di Ranca Bentang, Ciumbuleuit lalu menuju Serlok Bantaran. Jogging track ini memberikan pengalaman olahraga yang unik dengan suasana asri yang jarang ditemukan di kota besar. Dilengkapi dengan jalur yang memadai, para pelari dapat menikmati medan yang menantang sekaligus menikmati keindahan alam sekitar. Tidak hanya jalurnya yang dikenal dengan sejuknya tetapi keramahan penduduk yang membuat siapapun betah. Salah seorang pengunjung Fahri mengaku baru pertama kali olahraga di jogging track ini. Ia yang datang bersama Aulia merasa sangat nyaman dan cocok untuk orang yang membutuhkan olahraga sekaligus refreshing. “Seru banget, soalnya di sini masih asri dan penduduknya juga masih ramah. Kalau kita lewat senyum, jadi kita olahraganya nyaman dan bisa menikmati suasana banget,” ujarnya. Rahmad Sholeh, warga yang sering olahraga di sana juga merasakan hal yang sama. “Dari dulu masih sejuk, nyaman, polusi udara pun tidak banyak walaupun wilayah jogging ini berada di kota,” ungkapnya. Ia mengatakan, pemandangan jogging track ini jauh berbeda dengan zaman dulu. “Pemandangannya jauh berbeda, kalau dulu masih rindang, masih bener-bener sejuk, masih banyak sawah. Kalau sekarang sudah ada penebangan pohon jadi panas sedikit, tapi sekarang juga alhamdulillah masih sejuk tidak ada polusi udara,” katanya. Untuk itu juga, Rahmad berpesan kepada para warga dan juga pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan supaya masih terjaga suasana yang nyaman. “Ya diutamakan kebersihan. Buang sampah jangan dibuang ke sungai karena nanti bisa mengakibatkan banjir. Intinya sadar diri untuk menjaga kebersihan lingkungan,” imbaunya.
Berita

Trek Lari Asyik di Bantaran Cikapundung

Rabu, 2 Agustus 2023
BMKG, Gempa M 6,0 di Talaud akibat Deformasi Lempeng Laut Filipina
Berita

Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Melonguane Kepulauan Talaud

Sabtu, 6 April 2024

TAGS

Akreditasi Unggul Amin Artikel Mahasiswa banjir batulayang bupati garut cikapundung Daop 2 Bandung desa wisata Ditjen PHU ekonomi jabar ema sumarma FDK UIN Bandung Finalisasi Borang gedebage Haru Suandaru Israil jalan tol Jurnal Ilmiah KAJJ Karakter Kaum Israil Karsidi Diningrat kebakaran leuwipanjang lari LD PBNU masjid al jabbar Mubes IKA UIN Bandung musim kemarau Nataru pertumbuhan ekonomi sampah kota bandung Sertifikasi Haji Sinergi Alumni stadion gbla Sungai Cisanggiri Garut teras cihampelas Tiket TKD tpa sarimukti travel trek UIN Bandung wisata bandung wisata garut wisata pilihan
APA DAN SIAPA

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
No Result
View All Result
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In