CLOSE ADS
CLOSE ADS
APA DAN SIAPA
  • Home
  • About
  • Join Us
  • Contact
Kamis, April 23, 2026
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
No Result
View All Result
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
No Result
View All Result
APA DAN SIAPA
No Result
View All Result
Terungkap Motif Pembunuhan terhadap Indriana Dewi Eka

Terungkap Motif Pembunuhan terhadap Indriana Dewi Eka

by admin
Selasa, 5 Maret 2024
in Berita
Share on FacebookShare on Twitter

Related articles

Ilkom UIN Bandung jalin Kerjasama dengan Pakar Media dan Komunikasi Kanada

Melalui Radio Streaming, AR Effendy Kenalkan Irama Keroncong Indonesia ke Seluruh Dunia

Bandung – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar mengungkap motif pembunuhan terhadap perempuan bernama Indriana Dewi Eka (25), yang jasadnya dibuang di wilayah Banjar.

Motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi cinta segitiga, antara dua pelaku bernama Devara Putri Prananda dan Didot Alfiansyah bersama korban.

Demikian diungkap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Jules Abraham Abast didampingi Dirkrimum Polda Jabar Kombes Surawan di Mapolda Jabar, Senin 4 Maret 2024.

Devara Putri Prananda (DP) dan Didot Alfiansyah (DA) merupakan otak dari aksi pembunuhan tersebut.

Sementara seorang pelaku lainnya bernama Muhammad Reza Swastika (MR), berperan sebagai eksekutor yang disewa oleh kedua pelaku.

Motif pelaku karena cinta segi tiga. Awalnya pelaku DA berpacaran dengan korban Indriana, tapi DA ingin kembali pacaran dengan DP.

“Namun DP memberikan syarat kepada DP, bahwa DA tidak ingin melihat lagi Indriana ada ada di muka bumi ini,” kata Jules.

Memnuturnya, pada awal bulan Februari lalu Didot dan Devara merencanakan aksi pembunuhan.

Namun karena Didot enggan untuk melakukan aksi itu, akhirnya mereka menyewa jasa orang lain untuk membunuh korban, yakni bernama Muhammad Reza Swastika.

“DP memberikan hadiah imbalan uang sebesar Rp 50 juta, kemudian MR pun bersedia melakukan karena dia membutuhkan uang untuk membayar utang,” tegasnya.

Kemudian mereka bertiga bertemu di tempat kosan milik DP di wilayah Jakarta, untuk merencanakan pembunuhan terhadap korban.

Kemudian lanjut Jules, Devara mengusulkan rencana pembunuhan terhadap Indriana dengan cara dicekik atau dibekap.

DP juga menjelaskan apa yang harus dilakukan agar aksi mereka tidak terdeteksi oleh siapa pun. Salah satunya dengan menyewa mobil Avanza hitam yang menggunakan plat nomor palsu.

Pada 20 Februari 2024, lanjut dia aksi itu kemudian dilakukan oleh Didot dan Reza dengan mengajak korban pergi ke daerah Puncak, Kabupaten Bogor, untuk makan-makan.

Pembunuhan dilakukan oleh Reza saat di perjalanan pulang di wilayah Kecamatan Madang Kabupaten Bogor.

“Usai makan-makan, mereka pun kembali melakukan perjalanan. Di mobil, posisi DA duduk sebagai sopir, sedangkan korban berada di kursi sebelah kiri, dan MR duduk tepat berada di belakang korban,” katanya.

Jules mengatakan, Reza langsung menjerat leher korban dari belakang menggunakan sabuk pinggang selama 15 menit hingga tewas.

Setelah dipastikan korban tidak bergerak lagi, Reza pun memberikan kode kepada Dodit dengan membuyikan klakson mobil satu kali.

“Setelah membunuh korban, DA pun mengirimkan WA kepada DP dengan kalimat ‘Done’. Lalu DA dan MR kembali ke kosan untuk menjemput DP, sambil membawa jasad korban yang masih berada di dalam mobil dan di simpan di bagian belakang mobil,” katanya.

Ketiga pelaku berencana membuang jasad korban Indriana ke laut di Pangandaran. Namun dalam perjalanan, mobil yang digunakan mogok, sehingga terpaksa menghubungi jasa derek dari Kabupaten Kuningan ke Kota Banjar.

“Sampai ke Banjar tengah malam mereka nginap di bengkel. Akhirnya jenazah korban dibuang di jurang di Tugu Patung Gajah Desa Neglasari Kecamatan Banjar Kota Banjar,” tegasnya.

Ia mengatakan, waktu pembunuhan terhadap korban hingga ditemukan dibuang ke jurang berjarak sekitar lima hari. Jenazah korban ditemukan oleh salah seorang saksi karena ada bau busuk di jurang.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, polisi akhirnya berhasil menangkap ketiga pelaku yang merupakan warga Jakarta.

Mereka kini ditahan di Rutan Polda Jabar untuk menjalani proses hukum. Polisi menjerat ketiga pelaku dengan Pasal 340, dan atau Pasal 338, dan atau Pasal 365 KUHP Pidana.

Ketiganya terancam hukuman mati atau seumur hidup, dan paling lama hukuman penjara selama 20 tahun. ***

Previous Post

Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Morowali Sulawesi Tengah

Next Post

Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Kodi Sumba Barat Daya NTT

Related Posts

Ilkom UIN Bandung jalin Kerjasama dengan Pakar Media dan Komunikasi Kanada

Ilkom UIN Bandung jalin Kerjasama dengan Pakar Media dan Komunikasi Kanada

by admin
Sabtu, 15 Februari 2025
0

APA DAN SIAPA - Prodi Ilmu Komunikasi gelar diskusi interaktif bersama Prof. Merlyna Lim, pakar Media dan Komunikasi dari Universitas Carleton, Kanada, bertema Eksplorasi Riset Media...

Melalui Radio Streaming, AR Effendy Kenalkan Irama Keroncong Indonesia ke Seluruh Dunia

Melalui Radio Streaming, AR Effendy Kenalkan Irama Keroncong Indonesia ke Seluruh Dunia

by admin
Minggu, 9 Februari 2025
0

APA DAN SIAPA - Haloo.. Dari kawasan Jakarta Selatan, saya Arey Satimun Sejiwa kembali hadir dalam program special irama keroncong secangkir koopiii... Suara itu selalu terhiang-hiang...

Soal BUMDesma, Begini Arahan Sekdis DPMD Jabar

Soal BUMDesma, Begini Arahan Sekdis DPMD Jabar

by admin
Rabu, 4 September 2024
0

APADANSIAPA - Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Pupun Saefunudin, memenuhi undangan Forum Badan Usaha Milik Desa Bersama - Lembaga Kemasyarakatan Desa...

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52: Jawa Barat Rayakan Prestasi dan Dedikasi Para Kader

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52: Jawa Barat Rayakan Prestasi dan Dedikasi Para Kader

by admin
Rabu, 28 Agustus 2024
0

APA DAN SIAPA -  Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52 Tingkat Provinsi Jawa Barat, sebuah acara meriah diselenggarakan di GOR Saparua, Bandung. Acara ini...

Peta Politik Pilwalkot Bandung Masih dinamis, Firman Manan: Koalisi Nasdem-PKB Masih Bisa Berubah

Peta Politik Pilwalkot Bandung Masih dinamis, Firman Manan: Koalisi Nasdem-PKB Masih Bisa Berubah

by Denny Surya
Selasa, 20 Agustus 2024
0

APA DAN SIAPA - Pengumuman koalisi Partai Nasdem dengan PKB di Pilwalkota Banfung 2024 menghangatkan dinamika politik kota Kembang. langkah kedua partai mendapat tanggapan dari berbagai...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Wilayah Sigi Sulawesi Tengah
Berita

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Wilayah Sigi Sulawesi Tengah

Senin, 25 Maret 2024
Wanita asal Cina Tewas Jatuh ke Jurang Saat Swafoto di Puncak Gunung Ijen
Berita

Wanita asal Cina Tewas Jatuh ke Jurang Saat Swafoto di Puncak Gunung Ijen

Minggu, 21 April 2024

TAGS

Akreditasi Unggul Amin Artikel Mahasiswa banjir batulayang bupati garut cikapundung Daop 2 Bandung desa wisata Ditjen PHU ekonomi jabar ema sumarma FDK UIN Bandung Finalisasi Borang gedebage Haru Suandaru Israil jalan tol Jurnal Ilmiah KAJJ Karakter Kaum Israil Karsidi Diningrat kebakaran leuwipanjang lari LD PBNU masjid al jabbar Mubes IKA UIN Bandung musim kemarau Nataru pertumbuhan ekonomi sampah kota bandung Sertifikasi Haji Sinergi Alumni stadion gbla Sungai Cisanggiri Garut teras cihampelas Tiket TKD tpa sarimukti travel trek UIN Bandung wisata bandung wisata garut wisata pilihan
APA DAN SIAPA

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
No Result
View All Result
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In